ini dia kisah perjuangan es teler 77 - Dari tidak lulus sekolah hingga jadi raja waralaba

Gambar
  “Dari Putus Sekolah Menjadi Raja Waralaba: Kisah Sukyatno Nugroho – Es Teler 77” Tidak semua orang sukses lahir sebagai anak pintar. Tidak semua pengusaha hebat punya ijazah tinggi. Inilah kisah seorang pria yang pernah dianggap bodoh, sering membolos sekolah, bahkan dua kali tidak naik kelas… Namun kelak dikenal sebagai Presiden Direktur Es Teler 77 . Namanya Sukyatno Nugroho . Lahir di Pekalongan, 3 Agustus 1948, Sukyatno bukanlah murid berprestasi. Ia hanya bertahan tiga bulan di bangku SMA sebelum akhirnya putus sekolah. Dengan ijazah SMP di tangan, banyak orang meragukan masa depannya. Bahkan pamannya sendiri pernah menyebutnya bodoh. Namun hidup tidak berhenti di ruang kelas. Dikirim ke Jakarta, Sukyatno mulai belajar berdagang. Ia menjual kancing, sisir, hingga alat elektronik di kawasan Jatinegara dan Tanjung Priok. Ia pernah dicurigai menjual barang curian. Ia pernah diremehkan. Ia pernah hampir menyerah. Namun ia tidak berhenti mencoba. Ia menjadi calo SIM. ...

Sambut Ramadhan dengan Semangat Ibadah dan Kepedulian Sosial

 


Umat Muslim Sambut Ramadan dengan Semangat Ibadah dan Kepedulian Sosial

Jakarta – Bulan suci Ramadan kembali disambut dengan penuh suka cita oleh umat Muslim di berbagai daerah Indonesia. Sejak malam pertama tarawih, masjid-masjid dipenuhi jamaah yang ingin memulai Ramadan dengan meningkatkan kualitas ibadah.

Ramadan menjadi momentum istimewa untuk memperbanyak amalan seperti puasa, salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, serta mempererat tali silaturahmi. Selain menahan lapar dan dahaga, umat Muslim juga diajak untuk menjaga lisan, emosi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Di sejumlah wilayah, kegiatan sosial seperti pembagian takjil gratis, santunan anak yatim, dan program berbagi sembako mulai digelar oleh berbagai komunitas dan lembaga. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya relawan yang turut serta dalam kegiatan tersebut.

Para tokoh agama mengingatkan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan. Sepuluh hari terakhir Ramadan pun diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa. Pola makan seimbang saat sahur dan berbuka serta istirahat yang cukup menjadi kunci agar tetap bugar dan produktif.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Ramadan tahun ini diharapkan membawa kedamaian serta keberkahan bagi seluruh umat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Smartphone Terbaik di Bawah Rp 3 Juta Agustus 2025 – Layar AMOLED, Kamera 50 MP, & Baterai Jumbo

Ratu Shima, Penguasa Bijak dari Kerajaan Kalingga yang Menanamkan Nilai Kejujuran

Cara Agar Tidak Malas