ini dia kisah perjuangan es teler 77 - Dari tidak lulus sekolah hingga jadi raja waralaba

Gambar
  “Dari Putus Sekolah Menjadi Raja Waralaba: Kisah Sukyatno Nugroho – Es Teler 77” Tidak semua orang sukses lahir sebagai anak pintar. Tidak semua pengusaha hebat punya ijazah tinggi. Inilah kisah seorang pria yang pernah dianggap bodoh, sering membolos sekolah, bahkan dua kali tidak naik kelas… Namun kelak dikenal sebagai Presiden Direktur Es Teler 77 . Namanya Sukyatno Nugroho . Lahir di Pekalongan, 3 Agustus 1948, Sukyatno bukanlah murid berprestasi. Ia hanya bertahan tiga bulan di bangku SMA sebelum akhirnya putus sekolah. Dengan ijazah SMP di tangan, banyak orang meragukan masa depannya. Bahkan pamannya sendiri pernah menyebutnya bodoh. Namun hidup tidak berhenti di ruang kelas. Dikirim ke Jakarta, Sukyatno mulai belajar berdagang. Ia menjual kancing, sisir, hingga alat elektronik di kawasan Jatinegara dan Tanjung Priok. Ia pernah dicurigai menjual barang curian. Ia pernah diremehkan. Ia pernah hampir menyerah. Namun ia tidak berhenti mencoba. Ia menjadi calo SIM. ...

📰 Persib Bandung Gagal ke Perempat Final

 


📰 Persib Bandung Gagal ke Perempat Final, Agregat Jadi Penentu

BANDUNG — Perjalanan Persib Bandung di ajang AFC Champions League Two 2025/26 resmi terhenti di babak 16 besar. Meski meraih kemenangan 1-0 atas Ratchaburi FC pada leg kedua di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (18/2/2026), Maung Bandung tetap tersingkir dengan agregat 1-3.

Tim asuhan Bojan Hodak tampil agresif sejak menit awal. Dukungan ribuan bobotoh di kandang sendiri menjadi suntikan semangat bagi skuad Pangeran Biru untuk mengejar defisit gol dari leg pertama. Sejumlah peluang berhasil diciptakan melalui permainan sayap dan tekanan tinggi di lini pertahanan lawan.

Namun, solidnya barisan belakang Ratchaburi membuat Persib kesulitan menambah gol. Meski mampu mengamankan kemenangan tipis 1-0 di laga kedua, hasil tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan secara agregat.

Upaya Maksimal yang Belum Cukup



Sepanjang pertandingan, Persib mendominasi penguasaan bola dan terus menggempur pertahanan tim tamu. Sayangnya, efektivitas penyelesaian akhir menjadi kendala utama. Beberapa peluang emas gagal dikonversi menjadi gol tambahan yang sangat dibutuhkan untuk memperpanjang napas di kompetisi Asia tersebut.

Kegagalan ini sekaligus memupus harapan Persib untuk melangkah lebih jauh di pentas internasional musim ini.

Reaksi Pemain

Striker Persib, Andrew Jung, mengungkapkan kekecewaannya usai pertandingan. Ia menilai tim sudah berjuang maksimal, namun hasil akhir tidak sesuai dengan target.

“Kami sudah memberikan segalanya di lapangan. Menang di kandang tentu penting, tapi kami kecewa karena tidak bisa lolos ke babak berikutnya,” ujarnya.

Dengan berakhirnya kiprah di Asia, Persib kini akan mengalihkan fokus sepenuhnya ke kompetisi domestik. Evaluasi menyeluruh dipastikan dilakukan agar performa tim semakin konsisten dan mampu bersaing di level nasional.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Smartphone Terbaik di Bawah Rp 3 Juta Agustus 2025 – Layar AMOLED, Kamera 50 MP, & Baterai Jumbo

Ratu Shima, Penguasa Bijak dari Kerajaan Kalingga yang Menanamkan Nilai Kejujuran

Cara Agar Tidak Malas