Ini dia Kisah Maicih - Keripik Pedas Indonesia #maicih #keripik #kisahinspirasi
Di balik kesuksesan besar Harita Group, ada sosok penerus yang tumbuh dari proses panjang dan penuh pembelajaran: Lim Gunawan Hariyanto.
Lahir di Samarinda pada tahun 1960, Lim Gunawan adalah putra dari Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, pendiri Harita Group — sebuah kelompok usaha yang kini dikenal luas di sektor perkebunan sawit dan pertambangan.
Berbeda dari banyak anak pengusaha yang langsung menikmati hasil jerih payah orang tuanya, Lim Gunawan tumbuh dengan menyaksikan langsung bagaimana sang ayah membangun bisnis dari bawah. Berawal dari toko kelontong warisan keluarga, usaha itu perlahan berkembang ke sektor perkayuan melalui PT Tirta Mahakam Resources, lalu merambah ke pertambangan emas dan batu bara di Kalimantan.
Semangat ekspansi itu tak berhenti di sana. Melihat potensi besar industri kelapa sawit, pada tahun 1996 keluarga ini mulai mengakuisisi lahan di Kalimantan Tengah. Dua tahun kemudian, Lim Gunawan resmi bergabung dan mengambil peran strategis dalam pengembangan bisnis sawit keluarga melalui Bumitama Agri Ltd, di mana ia menjabat sebagai Executive Chairman dan CEO.
Bekal pendidikannya sebagai Sarjana Administrasi Bisnis dari University of Southern California yang diraih pada tahun 1981 menjadi fondasi kuat dalam memimpin dan memperluas bisnis keluarga ke tingkat global.
Kini, Lim Gunawan Hariyanto menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO Harita Group. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan terus berkembang menjadi pemain utama di sektor sumber daya alam Indonesia. Ia juga tercatat sebagai Komisaris Utama PT Cita Mineral Investindo Tbk sejak 2 Juli 2015, serta memiliki jutaan lembar saham di perusahaan tersebut.
Meski informasi resmi mengenai kekayaan pribadinya tidak dipublikasikan, nama keluarganya kerap masuk daftar orang terkaya Indonesia. Menurut laporan Forbes tahun 2025, sang ayah diperkirakan memiliki kekayaan mencapai US$5,3 miliar atau sekitar Rp88,44 triliun.
Kisah Lim Gunawan Hariyanto adalah cerita tentang regenerasi, visi jangka panjang, dan keberanian memperluas batas usaha keluarga. Dari toko kelontong sederhana hingga konglomerasi besar, perjalanan ini membuktikan bahwa warisan terbesar bukan sekadar bisnis — melainkan semangat untuk terus bertumbuh dan berinovasi.
Komentar
Posting Komentar