BREAKING! LPDP Akhirnya Buka Suara Soal Alumni 'Bangga Anak Jadi WNA', Suami Kini Terancam Sanksi Berat!

Gambar
  SIMA News: BREAKING! LPDP Akhirnya Buka Suara Soal Alumni 'Bangga Anak Jadi WNA', Suami Kini Terancam Sanksi Berat! JAKARTA  – Jagat media sosial tengah diguncang kontroversi hebat. Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akhirnya resmi angkat bicara terkait aksi salah satu alumninya,  Dwi Sasetyaningtyas (DS) , yang secara terbuka menyatakan kebanggaannya karena sang anak resmi menjadi Warga Negara Asing (WNA). Unggahan tersebut langsung memicu amarah netizen. Pasalnya, DS merupakan lulusan beasiswa yang dibiayai penuh oleh uang pajak rakyat Indonesia dengan semangat nasionalisme. 🔴 Poin-Poin Panas yang Perlu Kamu Tahu: Pernyataan LPDP:  Melalui akun @lpdp_ri, lembaga ini menyayangkan tindakan DS. Pernyataannya dinilai  tidak memiliki integritas, etika, dan profesionalisme  yang seharusnya dimiliki seorang  awardee . Status DS:  Secara hukum, DS dinyatakan telah lulus sejak 2017 dan sudah menuntaskan masa pengabdian (2n+1). Artinya, secara ko...

Erick Thohir Tegaskan Lagi, Fokus PSSI Adalah Timnas, Bukan Liga

 

Erick Thohir Tegaskan Lagi: Fokus PSSI Adalah Timnas, Bukan Liga



Jakarta | simanews.com – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, kembali menegaskan bahwa prioritas utama federasi sepak bola Indonesia adalah membangun dan memperkuat Timnas Indonesia, bukan mengurusi kompetisi liga.

Pernyataan ini disampaikan Erick melalui kanal YouTube Liputan6 Sport baru-baru ini. Ia menegaskan, arah kebijakan PSSI saat ini sejalan dengan dorongan dari FIFA yang menginginkan peningkatan intensitas pertandingan tim nasional di berbagai level usia.

“PSSI fokusnya tim nasional. Jadi kalau ada yang bilang PSSI tidak bertanggung jawab terhadap liga, ya biarkan saja. Mindset kita memang berbeda,” ujar Erick.

Ia mencontohkan banyak negara seperti Jerman dan Inggris, di mana federasi sepak bolanya juga memfokuskan diri pada tim nasional, sementara liga berjalan sendiri melalui operator masing-masing.

FIFA Dorong Pertandingan Timnas Lebih Rutin

Erick juga menyebut bahwa FIFA mendorong lebih banyak pertandingan timnas demi menjaga eksistensi asosiasi nasional di tengah dominasi klub-klub besar dan liga super.

“Sekarang U-17 dan U-20 ada tiap tahun. Bahkan saya bilang ke internal PSSI, ‘Baru duduk, udah ada pengumuman lagi’. Misalnya tim U-20 putri atau Piala Kemerdekaan U-17 untuk persiapan November,” jelas Erick.

Menurutnya, hal ini penting agar federasi tidak kalah pamor dibanding liga dan klub-klub besar yang kini memiliki nilai komersial lebih tinggi dari tim nasional.

Perlu Kolaborasi Liga dan Timnas

Meski demikian, Erick tetap menilai pentingnya sinergi antara liga dan tim nasional. Ia mengapresiasi pihak liga yang sudah mendukung kebijakan pembinaan usia muda, seperti regulasi bermain minimal 45 menit untuk pemain U-23 dan U-21 di Liga 1 dan Liga 2.

“Tidak ada liga di dunia yang punya aturan U-23 wajib main 45 menit. Tapi itu adalah bentuk kolaborasi untuk mendukung tim nasional. Saya ucapkan terima kasih kepada liga,” tutupnya.


#ErickThohir #PSSI #TimnasIndonesia #FIFA #BRILiga1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Smartphone Terbaik di Bawah Rp 3 Juta Agustus 2025 – Layar AMOLED, Kamera 50 MP, & Baterai Jumbo

Ratu Shima, Penguasa Bijak dari Kerajaan Kalingga yang Menanamkan Nilai Kejujuran

Konflik SEAblings vs Knetz Memanas, Berawal dari Insiden Konser DAY6 di Kuala Lumpur