BREAKING! LPDP Akhirnya Buka Suara Soal Alumni 'Bangga Anak Jadi WNA', Suami Kini Terancam Sanksi Berat!

Gambar
  SIMA News: BREAKING! LPDP Akhirnya Buka Suara Soal Alumni 'Bangga Anak Jadi WNA', Suami Kini Terancam Sanksi Berat! JAKARTA  – Jagat media sosial tengah diguncang kontroversi hebat. Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akhirnya resmi angkat bicara terkait aksi salah satu alumninya,  Dwi Sasetyaningtyas (DS) , yang secara terbuka menyatakan kebanggaannya karena sang anak resmi menjadi Warga Negara Asing (WNA). Unggahan tersebut langsung memicu amarah netizen. Pasalnya, DS merupakan lulusan beasiswa yang dibiayai penuh oleh uang pajak rakyat Indonesia dengan semangat nasionalisme. 🔴 Poin-Poin Panas yang Perlu Kamu Tahu: Pernyataan LPDP:  Melalui akun @lpdp_ri, lembaga ini menyayangkan tindakan DS. Pernyataannya dinilai  tidak memiliki integritas, etika, dan profesionalisme  yang seharusnya dimiliki seorang  awardee . Status DS:  Secara hukum, DS dinyatakan telah lulus sejak 2017 dan sudah menuntaskan masa pengabdian (2n+1). Artinya, secara ko...

Apa itu Blockchain ??

 


Blockchain adalah teknologi yang digunakan untuk menyimpan data secara terdesentralisasi, transparan, dan aman. Sederhananya, blockchain adalah rantai blok data yang saling terhubung dan tersebar di banyak komputer (disebut node), sehingga sulit untuk dimanipulasi atau diretas.


Penjelasan Sederhana:

Bayangkan sebuah buku besar digital (ledger) yang bisa dilihat semua orang, tapi tidak bisa diubah sembarangan. Setiap kali terjadi transaksi, data tersebut dicatat dalam bentuk blok, dan blok ini ditambahkan ke rantai sebelumnya (block-chain). Semua orang yang terhubung dalam jaringan punya salinan data yang sama.


Ciri-ciri Utama Blockchain:

  1. Desentralisasi
    Tidak ada satu pihak yang mengontrol sistem. Semua pengguna memiliki salinan data yang sama.

  2. Transparan
    Semua transaksi dapat dilihat oleh siapa pun di jaringan.

  3. Aman dan Immutabel (tidak bisa diubah)
    Begitu data dicatat di blockchain, sangat sulit untuk diubah tanpa seizin mayoritas jaringan.

  4. Menggunakan Kriptografi
    Data diamankan menggunakan teknik matematika rumit agar tidak bisa diretas.


Contoh Penggunaan Blockchain:

  • Cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ethereum.

  • Smart Contract (kontrak digital otomatis).

  • Supply Chain untuk melacak barang dari produsen ke konsumen.

  • Sertifikat digital, voting elektronik, identitas digital, dan sebagainya.


Analogi Singkat:

Blockchain seperti Google Docs:

  • Bisa dilihat dan diedit oleh banyak orang secara bersamaan.

  • Semua perubahan terekam dan tidak bisa dihapus diam-diam.

  • Tidak bergantung pada satu server saja.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Smartphone Terbaik di Bawah Rp 3 Juta Agustus 2025 – Layar AMOLED, Kamera 50 MP, & Baterai Jumbo

Ratu Shima, Penguasa Bijak dari Kerajaan Kalingga yang Menanamkan Nilai Kejujuran

Konflik SEAblings vs Knetz Memanas, Berawal dari Insiden Konser DAY6 di Kuala Lumpur